Soal Raihan Adipura Kota Kendari: Ibukota Provinsi Ini Hanya Pura-pura Bersih

Opini286 views

Oleh: Mirkas (Pengurus Karang Taruna Kelurahan Anawai, Kota Kendari)

Pemerintah menjadikan program adipura sebagai instrumen mencapai target kebijakan dan strategi nasional mengurangi 30 persen dan menangani 70 persen sampah sampai 2025.

Semua daerah di Indonesia bernafsu untuk mendapat penghargaan kota terbersih alias Piala Adipura. Sebagian ada yang benar-benar layak mendapatkannya. Namun sebagian lagi menggunakan cara-cara yang “kotor.”

Dikutip dari laman mongabay.co.id, Dwi Sawung menilai, penghargaan Adipura ini masih sebagai ‘Adipura-pura.’ Penghargaan ini hanya menghibur kepala daerah dengan memberikan Adipura.

Karena kebanyakan penilaian ini berada di-spot tertentu dan waktu tertentu. Jika penilaian publik sehari-harinya kotor kan hanya jadi lip service.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memboyong dua penghargaan dari pemerintah pusat di tahun 2019 ini. Penghargaan tersebut sudah diterima sejak masa pemerintahan Asrun-Musadar, dan seakan menjadi prestasi maha karya, sehingga sejumlah persiapan penyambutan pun dilakukan, gaungnya mengalahkan ketika seorang putra daerah berhasil memenangkan sebuah ajang pencarian bakat, ataupun kompetisi lainnya yang mengharumkan nama daerah di kanca nasional hingga international.

Sayangnya, raihan adipura selama beberapa tahun belakangan yang diterima justru dinilai tak seperti fakta di lapangan. Sebab, sampah masi menjadi momok bagi pemerintah yang tak kunjung usai.

Sebagai warga Kota Kendari, tentu saya merasa bangga jika penghargaan yang diterima sesuai dengan faktanya. Akan tetapi, hal tersebut justru menunjukkan bahwa ibukota provinsi ini hanya pura-pura bersih. Jika proses penilaiannya objektif, hendaknya tak ada penyambutan saat tim penilai program ini turun ke daerah.

Seharusnya, tim penilai itu turun melakukan penilaian tanpa diketahui Pemkot, sehingga bisa melihat kondisi sebenarnya, tidak terkesan diarahkan pada titik-titik tertentu saja yang akan dikunjungi.

Hal lain yang juga dilakukan pihak Pemkot adalah dengan menggerakan semua ASN lintas OPD, untuk membersihkan sejumlah titik seperti pasar sentral, mall, jalan protokol dan wilayah lainnya. Sayangnya, hal itu tak dilakukan secara berkelanjutan, program tersebut dilaksanakan hanya untuk memuaskan juri penilai Adipura.

Pemerintah jangan hanya memikirkan bagaimana mendapatkan piala Adipura, tapi bagaimana menangani banjir. Kota Kendari ini, hujan 10 menit saja jalan-jalan sudah digenangi air, kalau sampai 30 menit sudah banjir sampai ke pemukiman.

Pemkot Kendari berhenti pura-pura bersih, dan benar-benar mewujudkan Kendari sebagai kota terbersih, sehingga wajar jika diberikan Adipura. Di sisi lain, seluruh pihak juga harus mendukung pemerintah dalam merealisasikan program kebersihan kota. Salah satunya dengan membuang sampah pada tempat pembuangan sementara dan sesuai dengan jadwal yang telah diatur pemerintah.

Jika melihat pemberitaan di laman detik.com yang dipublish pada 6 November 2012 lalu, suap adalah praktik ilegal pertama yang ditemukan dalam penilaian Adipura. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2011 menemukan adanya aliran dana tak wajar dari Pemkot Bekasi yang dipimpin oleh Mochtar Muhammad ke panitia Adipura.

Untuk itu, penulis berharap, Semoga saja Kota Kendari tidak melakukan hal sekotor itu, hanya untuk mendapatkan Adipura.

Hal lain yang juga menjadi miris, adalah pengelolaan TPA Puwatu, yang menjadi pengelolaan TPA terbaik se Asia Tenggara kala itu. Hal tersebut juga menjadi program inovasi Pemkot untuk meraih Adipura. Tapi, sekarang kondisinya justru seakan tak terawat.

Kemudian, kampung mandiri energi, sebuah kawasan perumahan semi permanen yang diperuntukan bagi para pemulung dan pegawai kontrak kebersihan. Program ini juga dibangun dengan tujuan sebagai inovasi baru, yang juga untuk memenuhi kriteria dari Adipura. Akan tetapi, sebagian perumahan tersebut justru kini dihuni oleh PNS, bahkan masyarakat dari luar Kendari pun memiliki hunian di kawasan tersebut.

Penulis berharap, Pemkot Kendari bisa menyelesaikan sekelumit persoalan tersebut. Dan pada akhirnya, Kota Kendari benar-benar mendapatkan Adipura yang ditunjang dengan kondisi kota yang bersih.

Komentar