Sulawesi Tenggara Bersiap Bebas Brucellosis

oleh -116 views

Kepala Karantina Pertanian Kendari, L.M Mastari. Foto: Istimewa

Kendari – Brucellosis, rupanya masih menjadi penyakit yang menghantui peternakan sapi di Sulawesi Tenggara. Dari hasil pemantauan penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK) oleh Karantina Pertanian Kendari, penyakit ini masih ditemukan.

Brucellosis merupakan penyakit yang menyebabkan keguguran pada sapi. Penyakit ini merupakan ancaman serius jumlah populasi sapi, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sultra sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi sapi Bali yang cukup besar. Selain untuk memenuhi kebutuhan daging lokal, sapi asal Sultra juga sering dilalulintaskan ke Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Plt Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Suryati Raeba. Foto: Istimewa

“Kita targetkan di tahun 2025 Sultra bebas dari brucellosis,” ungkap Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Suryati Raeba saat membuka acara seminar lokal hasil pemantauan HPHK, Selasa (27/8/2019).

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kendari, L.M Mastari dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selain brucellosis, ada beberapa HPHK yang masih ditemukan dari hasil pemantauan.

“Temuan ini akan dibawa ke seminar nasional untuk verifikasi lebih lanjut,” terangnya.

Foto: Istimewa

Mastari juga menyoroti posisi Sultra yang terbuka, sehingga rentan terhadap masuk, keluar, dan menyebarnya HPHK. Banyaknya pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan oleh Pemerintah juga tetap harus diawasi. Mastari mengharakan adanya kerja sama dari seluruh stakeholder peternakan untuk mitigasi penyebaran HPHK.

Seminar yang diselenggarakan oleh Karantina Pertanian Kendari ini dihadiri dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota se-Sultra, akademisi dari Universitas Halu Oleo dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sultra.

bni/rls