Sultra Dibidik Australia untuk Pengembangan Peternakan Sapi

oleh -11 views

Mr. Ben Hellen (kedua dari kiri), Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, drh. L.M Mastari (kanan). Foto: Istimewa.

Kendari – Potensi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai salah satu daerah pengembangan peternakan sapi mendapat perhatian dari investor asal Australia. Menjajaki kemungkinan untuk berinvestasi peternakan sapi di Sultra, Mr. Ben Hellen bersama tim dari Indonesia Australia Red Meat and Cattle Partnership berkunjung ke Sultra untuk melihat potensi dan fasilitas pendukung peternakan sapi.

Ketersediaan lahan, pakan, pelabuhan yang memadai dan fasilitas perkarantinaan menjadi perhatian dari Mr. Ben dan Tim. Hal ini terungkap saat audiensi dengan Karantina Pertanian Kendari.

Kaongke-Ongkea Kopi Robusta

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, drh. L.M Mastari dalam paparannya saat menerima kunjungan investor asal Australia ini membeberkan fasilitas yang dimiliki oleh Karantina Pertanian Kendari.

Foto: Istimewa.

“Kami memiliki instalasi karantina hewan (IKH) di Kendari, Kolaka, dan Tobaku. Laboratorium kami juga sudah terakreditasi oleh KAN untuk pengujian RBT dan trypanosoma,” ungkap Mastari pada Rabu (11/9) dan ditulis, Jumat (13/9/2019).

Menyinggung soal peluang pemasaran sapi Sultra, Mastari membeberkan data lalulintas sapi Sultra. “Setiap tahunnya, data kami mencatat ribuan sapi bibit dan sapi potong asal Sultra diperdagangkan ke Sulawesi Selatan dan Kalimantan. Beberapa tahun yang lalu Sultra juga pernah mengirim sapi ke Jakarta dan Papua,” jelas Mastari.

Foto: Istimewa.

Mastari juga menggambarkan posisi Sultra di tengah-tengah Indonesia bagian timur sehingga sangat strategis untuk akses pasar dan distribusi ternak Indonesia timur.

Pada kesempatan ini, investor asal Australia ini juga meninjau instalasi milik Karantina Pertanian Kendari. Saat ditanya seperti apa penilaiannya terhadap IKH, Mr. Ben mengatakan bahwa, IKH Karantina Pertanian Kendari sudah cukup bagus. “It is good,” ungkap Mr. Ben. Namun Mr. Ben memberikan beberapa catatan untuk penyempurnaan IKH Karantina Pertanian Kendari.

bni/rls