Sultra Targetkan Jadi Lumbung Beras Indonesia Timur

oleh -170 views

Rakor Percepatan Pelaksanaan Program Upsus Pajale Provinsi Sultra Tahun 2019. Foto: Istimewa

Kendari – Produksi pangan khususnya beras (padi) di Provinsi Sulawesi Tenggara, terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya sejak dilaksanakannya program upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (Upsus Pajale) pada tahun 2015. Demikian diungkapkan Penanggubgjawab (Pj) Upsus Pajale Sultra Dr. Priatna Sasmita saat rapat koordinasi (Rakor) Upsus Pajale di Plaza Inn Hotel Kendari, Kamis (5/9/2019).

Rakor ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Korem 143/HO, Kepala BPS, Kepala BMKG, Kepala BPN, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra, Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, Penanggungjawab Upsus dan LO Kabupaten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se-Sultra, para Kepala Pertanian Kecamatan, dan para petugas data.

Baca juga: Panen dan Temu Lapang Produksi Benih Sumber Jagung di Konawe Selatan

Rakor ini digelar sebagai upaya percepatan realisasi luas tambah tanam Pajale periode Oktober-September (Oksep) 2018/2019, dan penetapan target tanam Oktober-September 2019/2020 untuk padi sawah seluas 200.904 hektar.

Foto: Istimewa

Priatna menjelaskan, upaya kenaikan luas tambah tanam dibarengi dengan kenaikan provitas yang sangat penting dalam upaya mempertahankan Sultra sebagai provinsi surplus beras, sekaligus berkontribusi dalam menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Suryati Raeba, mengklaim bahwa realisasi luas tanam padi di Sultra terus meningkat sejak dilaksanakannya program Upsus Pajale di Sultra.

Baca juga: Kepala Badan Litbang Pertanian Tinjau Kesiapan Gelar Teknologi HPS ke-39

Foto: Istimewa

“Pada periode Oksep 2015/2016 dilaporkan bahwa capaian luas tanam padi seluas 177.179 hektar, dan pada Oksep 2017/2018 mencapai 189.909 hektar. Selanjutnya pada periode Oksep 2018/2019 Sultra diprediksi dapat merealisasikan luas tambah tanam padi seluas 192.317 hektar,” ungkap Suryati.

“Dengan capaian luas tanam tersebut Sultra dipastikan surplus beras yang setiap tahunnya lebih dari 100.000 ton,” lanjutnya.

Baca juga: Kabupaten Konawe Pacu Luas Tambah Tanam Padi

Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh Asaad, M.Sc saat mengikuti Rakor Percepatan Pelaksanaan Program Upsus Pajale. Foto: Istimewa

Sementara itu, Pj Upsus Pajale Sultra, Priatna Sasmita menjelaskan, pengamanan produksi padi di Sultra perlu terus digiatkan antara lain melalui percepatan tanam (agar indeks pertanaman meningkat), optimalisasi lahan, cetak lahan baru, penerapan teknologi budidaya, panen dan pasca panen serta pemanfaatan alsin dalam upaya percepatan, efisiensi, dan perbaikan kualitas hasil.

“Upaya ini terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian bersama Pemerintahan Daerah dengan berbagai program termasuk bantuan sarana dan prasarana,” jelasnya.

bni/adv