Tahura Nipanipa, Wisata Alam Dalam Kota di Kendari

oleh -30 views

Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Namanya ibu kota provinsi, biasanya tak banyak dijumpai lokasi untuk wisata alam. Kebanyakan wisata belanja, kuliner, area hiburan atau sebatas taman kota. Maklum, wilayah kota cukup padat penduduk dengan segala aktivitas produktif yang menyita ruang hingga menggeser area wisata alam.

Namun tak demikian di Kota Kendari. Daerah yang dikenal dengan kota lulo ini, masih memiliki banyak destinasi wisata alam yang orisinal dan tentu saja nyaman dan menyenangkan. Untuk melepas penat dari kesibukan kota, atau pun menyimpan kenangan saat berkunjung di Kendari dalam galeri foto media sosial.

Beras Merah Tani Butuni

Nah, salah satu wisata alam yang ada di Kota Kendari yang banyak menarik perhatian warga yakni Wisata Alam Tahura Nipanipa. Menurut Kepala UPTD Balai Pengelolaan Tahura Nipanipa, Mulyati Side, kawasan ini setidaknya memiliki lima potensi objek daya tarik wisata yang memiliki keunikan tersendiri.

“Diantaranya Wisata Alam Lahundape, Air Terjun Lasolo, Wisata Alam Mangga Dua, Meriam Portugis, dan Wisata Alam Soropia. Potensi wisata alam yang terdapat di kawasan Tahura Nipanipa memiliki daya tarik tersendiri, sehingga dapat dikemas dalam bentuk ekowisata,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Foto: Dok. Istimewa.

Wisata Alam Lahundape secara administrasi berada di Kelurahan Watuwatu dan Kelurahan Kemaraya Kecamatan Kendari Barat. Akses menuju lokasi ini tergolong mudah karena dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Lahundape memiliki Bumi Perkemahan (camping ground) dengan panorama keindahan alam dari puncak gunung serta Air Terjun Lahundape.

Camping ground merupakan area untuk perkemahan bagi para pengunjung yang khusus datang untuk menikmati keindahan dan berinteraksi dengan alam. Camping ground diminati para pengunjung terutama yang berasal dari kelompok pecinta alam dan para remaja yang khusus datang dengan tujuan menikmati keindahan alam serta panorama Kota Kendari dari atas.

Untuk menuju area ini dapat melalui lorong samping kantor Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Tenggara atau melalui Lorong Kodya depan Kantor Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra. Jarak tempuh menuju lokasi tersebut dengan berjalan kaki melalui jalan setapak sejauh 2,59 kilometer dalam waktu tempuh sekitar 1-2 jam.

Wisata Air Terjun Lahundape sendiri memiliki daya tarik pesona air jatuh yang begitu indah dan telah menjadi paket dari area perkemahan di Puncak Lahundape. Air terjun ini menyuguhkan panorama alam dengan kesejukan hutan serta kolam permandian alami yang jernih.

Sebagai informasi, akses menuju lokasi ini yang melalui lorong depan PMI, selain dapat diakses dengan jalan kaki, dapat juga dengan menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor), sampai di perbatasan kebun warga dengan kawasan hutan, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.

bni/rls