Tarif Angkot Dinaikkan Sementara Waktu

Metro85 views

Kendari – Akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Persatuan Sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Kendari memilih mogok beroperasi dan ikut melakukan demonstrasi bersama Himpunan Mahasiswa dan Organisasi Masyarakat di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (5/9/22).

Ditengah-tengah ketidakpastian, dilema dan tidak kunjung mendapatkan solusi dari pemerintah terkait Kenaikan harga BBM yang berimbas terhadap pendapatan dari tarif para penumpang yang didapatkan oleh sopir angkot tidak sesuai dengan pengeluaran. Para sopir angkot akhirnya berdiskusi dengan para mahasiswa dan sepakat untuk sementara waktu akan menaikkan tarif penumpang angkutan umum di Kota Kendari.

Tarif penumpang angkutan umum yang mereka sepakati untuk sementara yaitu Rp 5.000 untuk pelajar dan Rp 7.000 untuk penumpang umum.

Zaldin, yang merupakan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari mengatakan semua supir ini merupakan perwakilan supir angkot yang menyampaikan keluhan dari semua para sopir angkot.

“Ini supir pete-pete kota, tapi ini sudah perwakilan dari supir pete-pete se-Kota Kendari, mereka akan sampaikan kepada supir pete-pete keseluruhan karena keluhan ini adalah keluhan umum daripada supir pete-pete semua,” katanya.

Mereka resah akibat pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran akibat naiknya harga BBM.

“Mereka sangat resah dengan naiknya harga BBM itu, maka pengeluaran saat mereka narik angkot itu akan semakin tinggi, sementara penghasilan itu begitu-begitu saja, jadi mereka butuh keadilan juga dalam kenaikan BBM ini,” katanya lagi.

Baca Artikel Lainnya :
Perkembangan Indeks Harga Konsumen Sulawesi Tenggara

Zaldin menjelaskan berlakunya ini ditaksir dari hari ini sampai 3 (tiga) hari kedelapan apabila DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara belum bisa mengawal untuk menurunkan atau menolak kenaikan harga BBM ini, mungkin akan terjadi kenaikan sampai seterusnya dan ini sangat berimbas terhadap rakyat kecil.

Mahasiswa IMM ini juga mengatakan bahwa Sampai hari ini pemerintah Kota Kendari belum melakukan tindakan apa-apa terhadap keluhan dari para sopir angkot.

“Jadi sampai hari ini pemerintah kota belum melakukan tindakan terhadap keluhan dari para teman-teman sopir pete-pete dan ojek online. Maka daripada itu, ini adalah salah satu bentuk tindakan sopir pete-pete untuk mengingatkan kepada pemerintah kota bahwasanya mereka butuh uluran tangan, jadi mungkin ini bisa disampaikankan langsung kepada pemerintah kota bahwa pete-pete butuh uluran tangan kepada mereka dari pemerintah kota,” tutupnya.

Sumber : Lintas21.com

Komentar