Ternyata ini, Cara Ust. Abu Hanafi (Ayah Musa) Mencetak Juara Penghafal Al Quran Cilik Sedunia

Metro796 views

KENDARI, PORTALSULTRA.COMMempunyai anak yang hafidz (hafal) Quran adalah dambaan sebagian besar umat Islam. Karena anak yang saleh dan menjadi hafidz Quran merupakan investasi dunia dan akhirat.

Ayah Laode Musa, Ustadz Abu Hanafi pada Minggu (1/1), membeberkan kiat-kiat yang dilakukan dalam membina anak sehingga menghasilkan hafidz Quran. Diantaranya menerapkan sikap disiplin berupa membuat jadwal aktivitas anak seperti jadwal belajar, bermain, makan, istirahat, mandi dan lain sebagainya.

“Jam 07.00 pagi harus mandi, bahkan saya buat lagi aturan sebelum shalat subuh harus mandi, sehingga setelah pulang dari mesjid kondisi sudah siap belajar. Setelah mandi, saya mendandaninya serapi-rapinya, diberi minyak wangi, dipakaikan jubah, walaupun itu bersama orang tuanya,” ujar Abu Hanafi.

Aturan yang telah diberikan, kata dia, membuat Musa bisa tertib dan teratur. Jadwal bangun tidur yang diberlakukan kepada anak pertamanya itu, yakni sebelum shalat subuh. “Biasa Musa yang saya jadikan imam, saya dan adiknya menjadi ma’mumnya. Upaya ini sekaligus memurojaah (mengulang-ulang)) hafalannya. Bahkan biasa, adiknya yang menjadi imam sedangkan saya bersama Musa menjadi ma’mumnya,” ungkapnya dihadapan ratusan hadirin yang memenuhi Mesjid Islamic Center Mu’adz bin Jabal.

Saat bermain, Abu Hanafi juga menyeleksi teman bermain Musa. Menurutnya, teman bermain Musa yaitu saat berada di majelis ilmu. Dimana, Musa akan bertemu dengan anak-anak lainnya yang juga hadir di tempat itu. “Teman-teman pengajian, mereka terkadang membawa anak sehingga dari situlah Musa bermain,” katanya.

Sedangkan saat di rumah, lanjut Abu Hanafi, yang menjadi teman bermainnya adalah adik-adiknya. “Adik perempuannya saya belikan peralatan masak-masakan, sedangkan Musa saya belikan helikopter sehingga tidak terganggu. Terkadang juga saya mengajar yang satu dan yang satunya lagi saya menyuruh untuk menulis,” katanya.

Ayah yang memiliki 5 orang anak ini juga mengungkapkan, bahwa istrinya selalu memuroja’ah hafalan ketiga adik Musa saat menyetrika pakaian. “Anak yang bungsu baru berusia 4 bulanan. Istri saya bangun subuh saat si bungsu masih tidur, kemudian langsung memuroja’ah ketiga adik Musa,” terangnya.

Kebiasaan ini yang terus dilakukannya sehingga anaknya bisa menjadi hafidz quran dan menjadi salah satu yang terbaik dalam ajang MHQ Internasional di Mesir 2016 lalu.

Khusnuzon (berperasangka baik) pada Allah SWT, dengan meminta kepada Allah agar diberikan anak yang saleh dan bisa menghafal Quran.

Selain itu, tumbuhkan semangat dalam hati untuk menghilangkan kebodohan dari anak. “Apa kata orang, anaknya kecil-kecil masih ingusan, itu kata orang tuh, tapi Islam tidak mengajarkan seperti itu. Saya selalu tanamkan kepada istri saya bahwa kita ini umat Islam, kita bukan riya sama orang lain tetapi kita tunjukan kepada Allah, sehingga Allah memberikan kita anak yang pintar, bisa membaca dan hafal Al Quran,” ujarnya.

Editor    : Ajmain Yusdin

 

 

 

Komentar