Ungkap Hasil Survei, Hugua: PDI Perjuangan The Ruling Party untuk Sultra

Politik266 views

Kendari – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Sultra Hugua mengungkapkan hasil survei yang dilakukan PDIP. Survei itu telah dilakukan pada November 2018.

Dalam acara Ngobrol Penting (Ngopi) bersama SMSI di Kantor SMSI Sultra, Sabtu malam (26/1/2019). Hugua mengungkapkan hasil survei tersebut.

Hasil survei itu, kata Hugua, menempatkan PDIP di Pilcaleg 2019 sebagai peraih kursi terbanyak di semua tingkatan, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

“Hasil survei saya (PDI Perjuangan) November belum ada gerakan-gerakan, maka elektabilitas PDI Perjuangan tertinggi untuk Sultra. 17 Persen. Setara dengan kurang lebih 288 ribu pemilih Sultra, disusul oleh bla bla saya tidak mau sebut 15 persen, disusul bla bla 10 persen plus minus, setelah itu bla bla 7 persen, 6 persen, bahkan nol koma ada, saya tidak mau sebut karena itu bukan kewenangan saya. Saya hanya bicara dengan PDIP,” kata Hugua.

Untuk DPR RI, Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini menjadi peraih suara tertinggi, yakni 220 sampai 230 ribu suara.

“Bulan November, elektabilitas Caleg DPR RI tertinggi untuk Sultra di survei saya (PDIP) adalah Hugua. Dengan 15 persen dari pemilih PDIP. Artinya, pemilih Hugua itu kurang lebih 220-230 ribu orang. Itu baru Hugua pribadi. Kalau survei itu benar. Tapi menurut saya itu benar. Kondisi November loh yah,” bebernya.

Lanjut Hugua, hasil survei itu juga lantas terkonfirmasi ketika ia menjenguk eks Walikota Kendari Asrun di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Konfirmasi ini saya dikasi tahu pak Asrun, ketika saya berkunjung ke lembaga membesuk beliau. Dia kedatangan beberapa tokoh-tokoh anggota DPR RI sekarang, saya tidak mau sebut namanya dan juga tokoh-tokoh Parpol menyampaikan kepada pak Asrun, bahwa Hugua banyak tertolong karena berpasangan dengan bapak (Asrun). Karena sekarang menurut hasil survei dari beberapa lembaga, mereka masih mengakui bahwa Hugua yang tertinggi untuk elektabilitas Sultra,” ungkapnya.

Sehinga berdasarkan hasil survei, Hugua yakin jika PDIP adalah partai yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi di Sultra.

“Jadi saya belum tahu setelah Desember-Januari (2019), karena itu hasil November. Jadi saya masih meyakini bahwa PDIP adalah partai dengan tingkat elektabilitas tertinggi dan mungkin the ruling party untuk Sultra. Yakin saya. Karena kami bergerak, yang lain (Parpol) juga pasti bergerak,” tambah Hugua.

Hasil survei itu juga memungkinkan PDIP meraih 2 kursi di DPR RI. Alasannya ialah, menurut Hugua, komposisi Caleg DPR RI dari PDIP mempunyai basis massa yang jelas.  

“Sehingga saya mengatakan kalau ini benar, saya sendiri melebihi target perolehan suara 1 kursi. Kalau itu benar. Kalau tidak berubah data itu. Berarti kemungkinan PDIP bisa dapat 2 kursi untuk nasional,” imbuhnya.

“Karena kami Caleg-calegnya semua berbobot. Coba, Hugua mantan calon wakil gubernur dengan mantan bupati, sekarang saja malah sudah 89 persen. Tambah kedua, Oheo Sinapoy, jelas massanya itu bro, jangan anggap enteng Oheo. Ada ibu Nirna, jelas massanya. Fajar Lase, walaupun dia pendatang tapi jelas massanya. Erwin Usman, jelas massanya. Kemudian ibu Magdalena, itu juga jelas tapi saya tidak bisa ukur karena dia, yah bukan orang Sultra sih. Ada dua, Fajar Lase bukan orang Sultra tapi massanya jelas, kerjanya saya tahu dia, reputasinya, dan kredibilitasnya oke,” bebernya.

“Jadi kita, Caleg-caleg (DPR RI) PDIP itu top”.

Sementara untuk DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Sultra, lagi-lagi survei yang dimaksud Hugua, menempatkan PDIP sebagai pemenang.  

“Untuk DPRD Provinsi, PDI Perjuangan di November itu kita 12 kursi. Kita jadi Ketua DPRD Provinsi. Tapi kita berpotensi, bulan November itu data, kita 12 kursi dari 5 kursi,” ujarnya.

“Hampir semua kabupaten/kota kita itu Ketua DPRD. Paling jatuh-jatuhnya itu wakil. Di mayoritas kabupaten/kota di Sultra. Tidak semuanya sih. PDIP the ruling party. Itu survei bulan November”.

Meski tidak menyebutkan secara spesifik nama lembaga survei yang digunakan dan berapa responden yang menjadi sampel survei tersebut, Hugua menyampaikan bahwa lembaga survei yang digunakan PDIP memiliki reputasi yang baik.

“Survei yang punya reputasi. Lembaga survei. Tentu untuk internal PDIP tidak pernah saya publikasi. Tapi kan datanya sudah lama, November,” pungkasnya.

Penulis: Benny Laponangi

Komentar