HomeCitizen JournalismYuk, Kenalan dengan Mahasiswa FISIP UHO Ini, Atlet Softball yang Pernah Masuk Timnas

Yuk, Kenalan dengan Mahasiswa FISIP UHO Ini, Atlet Softball yang Pernah Masuk Timnas

Citizen Journalism

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Dia adalah Waode Siti Saputriani mahasiswa Jurnalistik FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) yang pernah memperkuat Timnas Softball pada Asian Cup di Singapore dan Thailand.

“Sempat nganggur setahun pas lulus SMA karena ada prestasi yang harus saya kejar. Dulu saya pernah masuk Pelatnas untuk cabang olahraga softball. Saat itu saya pengasramaan hampir setahun makanya saya menganggur karena hanya ingin kuliah di Kendari,” ujarnya saat ditemui ruang kelas Jurnalistik.

Wanita yang kerap disapa Putri ini mengaku menyukai softball saat masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Kemudian sempat menjadi atlet volly dan basket saat di SMP tetapi ia berfikir bahwa bukan di olahraga itu potensinya. Sehingga memutuskan untuk pindah ke cabang olahraga softball.

Lanjut Putri, dari softball inilah namanya mulai dikenal karena prestasinya oleh para pejabat softball Indonesia. “Even demi even saya ikuti. Saya semakin dikenal oleh banyak orang termasuk pejabat-pejabat softball di Indonesia. Dan akhirnya tahun 2014 saya diundang untuk mengikuti seleksi nasional persiapan Asian Cup di Singapore dan setelah diumukan hasilnya ternyata saya berhak untuk jadi bagian Tim Nasional Indonesia,” tuturnya.

“Setelah itu juga saya pernah mengikuti kejuaraan Asian Cup U-19  di Thailand,” lanjut Putri.

Anak ketiga dari La Ode Bee dan Wa Anto ini tak hanya menekuni softball, ternyata ia juga bekerja di sebuah instansi pemerintah, yakni sebagai Satpol PP di Kantor Gubernur Sultra. Ia mulai bekerja sekitar 1 tahun setelah masuk kuliah. Tepatnya pada tahun 2016.

Ketika ditanya soal pembagian waktu antara kuliah,kerja, dan latihan softball. Ia mengaku bahwa ketiga hal itu tidak mempengaruhi satu sama lain.

“Untuk menjalani semuanya saya harus pandai mengatur waktu dan bersyukurnya pihak kantor memberikan izin kepada saya untuk melanjutkan kuliah reguler. Jika ada mata kuliah saya izin dan setelah mata kuliah selesai saya harus kembali ke kantor,” ungkap gadis berdarah Muna ini.

“Sedangkan untuk terus mempertahankan prestasi, usai jam kantor selesai saya lanjut mengikuti latihan softball. Dan untuk menyelesaikan tugas-tugas kampus saya kerjakan pada waktu malam atau selang waktu yang kosong. Jadi tidak ada waktu yang terbuang,” imbuhnya.

Meskipun mempunyai berbagai macam tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Putri tetap melakukannya dengan penuh semangat dan sabar. Ia mengaku bangga terhadap dirinya yang bisa membiayai diri dan kuliahnya tanpa harus meminta dari orang tua.

Putri juga berpesan agar anak muda jangan putus asa untuk mencari potensi apa yang dimiliki. Gunakan waktu dan usia muda untuk mengukir cerita yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Terlebih lagi dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih, semoga generasi muda bisa memanfaatkan wadah yang ada untuk terus berinovasi sehingga masa mudanya tidak dilewati dengan sia-sia,” pungkasnya.

Penulis: Dwirini Inten Suminar
Mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO