Antisipasi Krisis Pangan, BPTP Sultra Lakukan Koordinasi dengan Kostratani Kabupaten Bombana

oleh -70 views

Koordinasi Tim Kostratani Kabupaten Bombana dalam upaya antisipasi krisis pangan. Foto: Istimewa.

Kendari – Dalam upaya pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dan memastikan keamanan pangan di tengah pandemi Covid-19, tim Liasion Officer (LO) Kostratani Balitbangtan BPTP Sultra bersama Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) Kabupaten Bombana telah melakukan beberapa upaya dalam mendukung antisipasi krisis pangan.

Dalam Koordinasi Tim LO kostratani Balitbangtan BPTP Sultra terdiri dari Kepala Seksi KSPP, Peneliti dan Penyuluh yang diterima oleh Sekretaris Dinas Pertanian Ir Muh. Siarah MSi.

Ir Muh. Siarah MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan Balitbangtan BPTP Sultra. Pemerintah Kabupaten Bombana telah menjalin kerja sama dengan Balitbangtan BPTP Sultra dalam pengembangan tanaman padi pada program GP3SI.

“Beberapa informasi yang disampaikan terkait dengan aktivitas yang telah dilakukan diantaranya, memastikan cadangan beras di tingkat desa dan masyarakat melalui peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP), kunjungan rutin BPP ke petani, pendataan buruh tani dan penggarap terkait pandemi Covid-19, penyaluran bantuan benih tanaman pangan (padi dan jagung), pendataan luas lahan sawah yang menggalami gagal panen (karena pengaruh iklim yang ekstrem), pendataan luas panen perkecamatan dan desa, pengawalan kesiapan lahan tanam per kecamatan dan desa, serta penyiapan benih dan alsintan,” kata Muh. Siarah, Senin (15/6/2020).

Tim LO Kostratani Balitbangtan BPTP Sultra telah melakukan pemantauan kondisi pertanaman padi sawah menjelang panen dan memantau persiapan lahan untuk pertanaman padi sawah pada musim tanam kedua baik pada lahan petani maupun lahan BPP.

Dalam upaya memastikan ketersediaan cadangan beras di lapangan, tim LO Kostratani Balitbangtan BPTP Sultra juga telah melakukan kunjungan pada gudang pengeringan dan penggilingan padi di Kecamatan Poleang Utara.

“Dalam kunjungan tersebut, diperoleh informasi: a) alat pengering type vertical dryer, kapasitas penggilingan dalam memproses produksi gabah yaitu 10 ton sehari, b) penggilingan padi type sedang (kapasitas 5 ton per hari), c) Yang menggiling gabah umumnya petani setempat, d) Hasil produksi didistribusikan ke beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana dan kabupaten lain yang mengalami defisit beras,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Sidiq mengatakan, Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan BPTP Sultra akan terus memantau pergerakan harga dan stok pangan di Sultra, sehingga masyarakat dan petani tidak perlu resah.

Pihaknya memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengamankan produksi pangan dan kesehatan para petani serta petugas lapangan. Hal ini agar kegiatan budidaya di Sultra tetap terus dilakukan sehingga produksi pangan di tengah pandemi Covid-19 tetap maksimal.

“Dalam mengawal ketersediaan pangan, program sterategis serta komoditas utama lainnya, melalui Liaison Officer (LO) telah melakukan pemantauan, komunikasi serta koordinasi dengan semua pihak terutama instansi terkait, penyuluh serta kelompok tani,” katanya.

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan adanya kegiatan panen dan tanam pada komoditas utama sehingga kebutuhan pangan dan stabilitas harga dapat terpenuhi dan terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

bni/bni