Suara Menristekdikti Jadi Penentu Siapa Yang Berhak Jadi Rektor UHO

UHO365 views

 

Ketua Senat UHO Aminudin Mane Kandari

KENDARI, PORTALSULRA.COM–  Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO putaran pertama sudah selesai digelar. Dari enam calon yang bertarung di Pilrek, tiga calon dinyatakan lanjut pada putaran kedua Pilrek. Tiga calon itu diantaranya, Prof Buyung Sarita, Dr Muhammad Zamrun, dan Prof La Sara.

Ketua Senat UHO Aminudin Mane Kandari, saat ditemui usai perhitungan suara menyampaikan bahwa, ketiga nama yang lolos itu, akan diserahkan ke Kemenristekdikti.

“Hari ini kami akan terbang ke Jakarta dan besok pagi kami akan menyerahkan nama-nama yang lolos ke Kemenristekdikti. Sekaligus mengundang pihak Kementrian tersebut untuk pemilihan selanjutnya,”terangnya, Kamis (16/3/2017).

Pada putaran kedua atau pemilihan tahap akhir, kata Aminudin, suara mentri akan ikut menentukan pilihan. Dimana suara mentri itu sendiri 35 persen atau setara dengan 65 suara.

Aminudin menyampaikan, suara mentri akan menjadi penentu siapa yang berhak menjadi Rektor UHO. Bisa jadi, sambung Aminudin, pihak kementrian membagi rata suaranya kepada tiga calon dan bisa jadi langsung memberikan dukungan pada seorang calon.

“Ya kita tidak tahu, siapa tahu mentri membagi rata suaranya atau langsung memberikan pada seorang calon,”ujarnya.

Selain itu, tambah Aminudin, rekam jejak calon bisa saja jadi pertimbangan mentri dalam memilih calon rektor dan visi misi juga boleh jadi mempengaruhi pilihan mentri.

Aminudin juga mengatakan, suara senat bisa jadi berubah pada putaran kedua. Misalnya, pada putaran pertama peraih 9 suara bisa jadi bertambah atau yang memiliki suara 40 bisa jadi berkurang. Begitupun juga peraih suara terbanyak, bisa bertambah dan bisa juga berkurang.

Sesuai dengan tahapan yang sudah ditentukan, 23 Maret 2017 mendatang pilrek UHO akan kembali digelar sebagai babak penentuan siapa yang akan menjadi pimpinan UHO.

Penulis : Hermawan Lambotoe

Komentar