Ini Dia Kendala Wakatobi untuk Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Sultra Raya328 views
Foto: Pesona Indonesia

JAKARTA, PORTALSULTRA.COM – Meski menjadi 1 dari 10 destinasi prioritas pariwisata yang dicanangkan oleh pemerintah, ternyata masih ada beberapa kendala yang menghambat Wakatobi untuk mejadi destinasi wisata kelas dunia. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Wakatobi Arhawi.

“Aksesisibilitas, infrastruktur bandara belum sesuai menjadi internasional airport,” ujar Bupati Wakatobi Arhawi kepada detiktravel.com dalam Launching Calendar of Event Wakatobi 2017 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis malam (20/4/2017).

Akses ini seperti belum adanya penerbangan langsung ke Wakatobi dan kondisi Bandara Bandara Matahora di Wakatobi yang saat ini belum menjadi bandara internasional.

Selain itu ialah mengenai amenitas. Ketersediaan sarana penunjang pariwisata merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pengembangan sebuah daerah sebagai daya tarik wisata, khususnya di Wkatobi. “Investasi untuk pembangunan amenitas juga perlu didorong untuk tumbuh bersamaan” ujar Arhawi.

Arhawi juga menambahkan jika daya dukung di darat juga tak kalah penting untuk bisa menggaet lebih banyak para wisatawan. Hal ini menurutnya agar Wakatobi tidak hanya mengandalkan wisata bahari yang keragamannya sudah cukup kaya.

“Wakatobi sudah memiliki keunggulan yang sangat kuat terutama sektor wisata bahari yang ditunjang keragaman cukup kaya. Yang jadi fokus pemda saat ini, membutuhkan support pendukung atraksi di darat termasuk kuliner dan cinderamata,” jelas Arhawi.

Sedangkan soal Badan Otorita Pariwisata (BOP) di mana dibutuhkan lahan yang cukup luas. Arhawi menyatakan jika dirinya sudah berkomunikasi dengan masyarakat Wakatobi, dan telah tersedia lahan seluas 75 hektar.

“Beberapa bulan terakhir masalah BOP. Masalah BOP adalah tidak menjadi masalah. Beberapa bulan terakhir sudah berkomunikasi dengan masyarakat di Wakatobi, sekitar 75 hektar lahan tersedia. Kalau belom cukup dalam waktu depan akan melakukan langkah konkrit mencari lahan untuk BOP,” pungkas Arhawi.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi

Komentar