HomePolitikAkan Gelar Konvensi Terbuka, Demokrat: Kita Ingin Para Kandidat Tidak Membual tapi Membumi

Akan Gelar Konvensi Terbuka, Demokrat: Kita Ingin Para Kandidat Tidak Membual tapi Membumi

Politik

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – DPD Partai Demokrat akan menggelar konvensi terbuka Pilgub Sultra 2018. Para kandidat Bakal Cagub dan Cawagub yang telah mendaftar dan dinyatakan lulus akan diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misinya.

Sehubungan dengan agenda tersebut. Partai Demokrat melibatkan 7 guru besar dan 1 doktor dari disiplin ilmu yang berbeda. Diantaranya ialah, Prof Wempy Banga, Prof Andi Bahrun, Prof Nasruddin Suyuti, Prof Abdullah Al Hadzah, Prof Sartiyah Yusran, Prof Azhar Bafadal, Prof Eka Suaib, dan Dr Anas Nikoyan.

“Jadi tujuan kami mengundang para guru besar ini ialah untuk meminta masukan, sehubungan dengan adanya pelaksanaan pendalaman visi dan misi bakal calon gubernur dari Partai Demokrat,” terang Ketua Partai Demokrat Endang kepada sejumlah awak media di Kantor DPD Partai Demokrat, Jl Brigjend Madjied Joenoes, By Pass, Sabtu (16/7/2017).

“Ada banyak masukan. Misalnya, masukan tentang bagaimana diberi kesempatan agar para kandidat menyampaikan komitmennya untuk anti politik uang, mempersatukan para birokrat, para pendukung nanti setelah pilkada berlangsung. Yang kita sebut sebagai tanggungjawab elit terhadap masanya. Banyak sekali sebenarnya. Termasuk isu perempuan juga,” imbunya.

Mengenai konsep dari pelaksanaan konvensi. Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini menyampaikan bahwa, akan ada 4 tema besar yang nantinya dipaparkan oleh setiap kandidat.

“Kita sudah sepakati tadi. Jadi nanti ada 4 tema besar. Pertama mengenai tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, kesejahteraan rakyat, kemakmuran rakyat, dan infrastruktur. Ada sub-sub temanya. Itu disusun oleh beliau-beliau ini.

Endang yang juga pernah menjadi Calon Bupati Konsel pada tahun lalu menjelaskan alasan dari Partai Demokrat melakukan konvensi. Yakni agar pelaksanaan Pilkada tidak hanya sekedar menjadi ajang pertandingan uang semata.

“Kita ingin mengedepankan Pilkada itu sebagai pertandingan gagasan, platform, trek record, penguasaan masalah, dan solusinya. Bukan hanya pertandingan uang semata. Itu inti pesannya,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Balon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra yang Resmi Daftar ke Demokrat

Mengenai model konvensi, setiap kandidat akan memaparkan visi dan misinya untuk bisa dilakukan perbandingan dengan calon lainnya. Sehingga nantinya, kata Endang, calon yang akan diusung oleh Demokrat tidak hanya sekedar membual atau omong kosong tapi benar-benar bisa diimplementasikan ditengah-tengah masyarakat.

“Untuk modelnya. Kita sudah dapat masukan tadi. Kita akan mengelaborasi. Jadi nanti akan ada perbenturan pemikiran antar kandidat. Kita akan mendorong itu. Kita tidak ingin para kandidat itu membual. Tapi kita ingin mereka membumi. Betul-betul nantinya bisa diimplementasikan,” tegasnya.

Sedangkan soal pelibatan akademisi. Dirinya menambahkan, jika hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan konvensi. Meski demikian, ia juga tetap memilah. Hal ini menurutnya, adanya oknum akademisi yang bisa saja menjadi tim sukses.

“Siapa lagi yang masih bisa kita percaya di Indonesia ini? Akademisi. Yah beliau-beliau ini. Yang menjelaskan das sollen dan das sein. Kenapa itu bisa terjadi dan bagaimana itu seharusnya terjadi. Sehingga kita melibatkan mereka. Walaupun kita juga memilah ada oknum-oknum akademisi yang menjadi tim sukses. Tapi kami jamin, yang kami minta bantuannya ini kita percaya integritasnya,” tambahnya.

Nantinya, para calon yang akan diikutkan dalam konvensi ialah para calon yang telah dinyatakan lolos dalam tahap penjaringan yang telah dilakukan oleh Tim Penjaringan Bakal Cagub dan Cawagub Sultra 2018.

“Nanti semua calon yang telah lulus seleksi administrasi akan kami undang di pemaparan visi misi itu. Dan itu wajib untuk diikuti,” bebernya.

Sebagai informasi, konvensi Partai Demokrat akan berlangsung di 4 wilayah yang ada di Sultra. Diantaranya ialah Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, dan Kota Bau-Bau. Dimana setiap wilayah telah ditentukan tema debat yang harus disampaikan oleh seluruh kandidat.

“Satu zona satu tema. Untuk zona pertama itu adalah Kota Kendari. Pelaksanaannya kita usahakan akhir Juli. Paling lambat Agustus,” pungkasnya.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi