Guru Dampingan SLI Konawe Selatan Mengikuti “Pelatihan Kelas Literasi Terpadu dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)”

oleh -343 views

Pelatihan guru tahap 2 yaitu pelatihan Kelas Literasi Terpadu dan Penelitian Tindakan Kelas, yang dilakukan oleh Kawan SLI Angkatan 2 Penempatan Konawe Selatan. Pelatihan ini dilaksanakan di SDN Satap 10 Konawe Selatan pada tanggal 17 Januari 2018 dengan peserta guru Dampingan Sekolah Literasi Indonesia yaitunya SDN 2 Tinanggea, SDN 8 Tinanggea, SDN 10 Tinanggea, SDN Satap 10 Konawe Selatan dan MI Raudhatul Jannnah. Pelatihan ini di mulai pada pukul 10:30 -16:30 Wita.

Foto: Piska Yunita

Kegiatan ini di mulai dari perkenalan singkat dari Kawan SLI sebagai trainer dengan ciri khasnya masing-masing. Setelah melakukan perkenalan, langsung saja masuk ke sesi pelatihan dan menyampaikan tujuan pelatihan dari masing-masing dari guru-guru yang ditempel dengan menggunakan stikinot, Setelah itu barulah trainer menyimpulkan dan menyampaikan tujuan pelatihan. Sebelum masuk materi di mulai trainer memberikan pemanasan kepada guru-guru untuk meningkatkan konsentrasi guru-guru dalam mengikuti pelatihan.

Untuk penyampaian materi pelatihan dilakukan secara bergantian oleh Kawan SLI sesuai dengan sesi materi. Dalam kegiatan pelatihan ini dilakukan diskusi dengan peserta pelatihan sesuai dengan sesi masing-masing dan ditampilkan hasil diskusi di depan para peserta pelatihan dan langsung diberikan penguatan kesimpulan oleh Kawan SLI  sebagai trainer. Trainer memberikan ice breaking di sela-sela penyampaian materi apabila peserta pelatihan kurang fokus dan  di akhir adanya resume setiap sesi oleh peserta pelatihan di dalam buku yang diberikan oleh trainer di awal, dan di akhir.

Foto: Piska Yunita.

Menurut Ibu Komang Sriwahyudi, S.Pd., M.Pd guru SDN 10 Tinaggea “Pelatihan Kelas Literasi Terpadu dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)” ini cukup bagus karena langsung disuruh membuat proposal singkat dari pelatihan tindakan kelas tersebut sehingga ilmunya bukan saja teori tapi dipraktek kan secara langsung.

Dan juga menurut Bapak Rokani, S.Pd, SD guru SDn 8 Tinaggea “Pelatihan Kelas Literasi Terpadu dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)” Bagus  karena mengingatkan kembali dan di suport kembali sehingga lebih semangat dalam membuat PTK nantinya.

Trainer memberikan kesempatan kepada peserta yang mau bertanya dan ditutup dengan memberikan quato kepada peserta pelatihan. Untuk evaluasi dilakukan oleh trainer dengan permainan Kahoot. Akhir dari pelatihan ini nantinya bapak/ibu guru akan membuat PTK sesuai dengan dengan kelas Bapak/Ibu guru mengajar.  

Foto: Piska Yunita.

Setiap permasalahan yang ada di dalam kelas dapat diatasi dengan cara bagaimana guru dapat melihat apa yang menjadi penyebab masalah yang ada di dalam kelas, dan apa yang harus dilakukan oleh guru ketika masalah tersebut. Bisa dilakukan dengan cara diberikaan perlakuan dengan model pembelajaran, atau metode apa yang ingin diberikan sesuai dengan kondisi yang ada di dalam kelas.

Pengirim: Piska Yunita (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Konawe Selatan)