Kawal Kebutuhan Pangan, Balitbangtan Kementan Lakukan Teleconference

oleh -262 views

Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara, Muhammad Sidiq (tengah) didampingi pejabat struktural, peneliti, dan penyuluh saat mengikuti teleconference yang diselenggarakan Balitbangtan Kementerian Pertanian. Foto: Istimewa.

Kendari – Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan teleconference bersama para Kepala Balitbangtan BPTP se-Indonesia, Rabu (1/4/2020).

Teleconference dipimpin langsung Sekretaris Badan Litbang Kementan yang didampingi oleh Kepala BBP2TP Muh. Taufiq Ratule dan pejabat eselon II lingkup Balitbangtan.

Sekretaris Badan Litbang, Hardiyanto, menyampaikan beberapa arahan kepada seluruh UK/UPT agar melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pangan, kebutuhan dasar, stabilitas harga pangan mulai dari lapang sampai ke pasar.

Hardiyanto juga mengimbau, dalam melaksanakan tugas di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, para pejabat, pegawai, dan staf Balitbangtan agar memperhatikan dengan baik protokol kesehatan.

“UK/UPT Balitbangtan harus memastikan  program social safety net dan program kongkrit, action di lapangan, kegiatan padat karya dan melibatkan petani miskin/gurem. Selanjutnya, juga perlu dipastikan kegiatan KUR dan UMKM, pasar tani melalui produk Litbang dan memastikan pejabat, staf, dan keluarga aman dari Covid-19,” ujar Hardiyanto.

Hardiyanto juga mengapresiasi UK/UPT Balitbangtan yang telah memproduksi hand sanitizer dan disinfektan dalam jumlah yang cukup banyak dan direncanakan akan dibagikan ke masyarakat secara serentak.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan arahan Mentan untuk kegiatan penelitian, pengkajian, dan kegiatan lapang lainnya terkait pembangunan pertanian.

“Tidak ada lockdown untuk pertanian, saatnya berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada kondisi saat ini, lakukan monitoring ketersediaan pangan termasuk fluktuasi harga setiap hari di masing-masing provinsi,” tutur Hardiyanto menyampaikan pesan Mentan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBP2TP Muh. Taufiq Ratule menyampaikan apresiasi khususnya kepada BPTP atas respon yang cepat terkait Covid-19. Adapun produk yang telah dihasilkan berupa disinfektan dan hand sanitizer, ia meminta agar disiapkan karena direncanakan akan dibagikan serentak kepada masyarakat dan dalam waktu dekat akan disebarkan ke seluruh Indonesia. 

“Setiap BPTP agar segera menindaklanjuti laporan indikator kinerja kegiatan utama Kementan dan indikator neraca harga pasar untuk 11 komoditas utama,” kata Taufiq Ratule.

“Saatnya menjadi “pahlawan” karena pada saat ini pertanian merupakan penopang hidup masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muhammad Sidiq mengatakan, siap melaksanakan arahan dari Balitbangtan Kementan.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Balitbangtan BPTP Sultra telah memproduksi disinfektan dan handsanitizer yang rencana akan dibagikan kepada seluruh pegawai dan masyarakat Sultra,” kata Muhammad Sidiq.

“Dalam mengawal ketersediaan pangan, program sterategis serta komoditas utama lainnya, kami melalui Liaison Officer (LO) telah melakukan pemantauan, komunikasi serta koordinasi dengan semua pihak terutama instansi terkait, penyuluh serta kelompok tani,” ujarnya.

“Koorinasi dilakukan untuk memastikan adanya kegiatan panen dan tanam pada komoditas utama sehingga kebutuhan pangan dan stabilitas harga dapat terpenuhi dan terjangkau oleh masyarakat,” katanya.

bni/bni