Tirta Rimba: Air Terjun yang Ditinggal Pergi Airnya

oleh -21 views

Edutrip Sekolah Alam Kendari
Oleh: Rahmat Zaytuna

477 tahun. Hari Jadi Kota Baubau tahun ini. Sudah selama itu kota ini dihuni. Nyaris setengah milenium air terjun tirta rimba melayani masyarakat kawasan ini. Dari generasi ke generasi. Melayani kebutuhan raga dengan air bersih untuk minum dan sebagainya. Juga kebutuhan jiwa berupa nilai estetika yang tak terhitung rupiah.

Di usianya yang renta, mata air hulunya tak lagi mampu menyediakan air yang cukup. Untuk menuruni landasan kapur lalu terjun indah bersama gravitasi. Kata orang sini, musim hujan baru nampak air terjunnya. Itupun mesti melebihi intensitas tertentu.

Illegal logging? Climate exchange? Entahlah. Tak cukup waktu untuk bertanya kemana perihal musababnya. Satu yang pasti bahwa alam selalu mengalah demi pertumbuhkembangan umat manusia.

Terima kasih tirta rimba. Telah memberi kebahagiaan pada moyang kami.
Semoga generasi setelah kami tetap menjaga dan menghormatimu.
Dalam rangka menghormati Tuhanmu.

Siswa-siswi Sekolah Alam Kendari ke Tirta Rimba tak sekadar melihat air terjunnya. Ada agenda lain: mengidentifikasi tumbuhan termasuk pepohonan di hutan tengah kota itu.

Pertama-tama mereka membuat plot area dengan luasan 20 m × 20 m menggunakan tali rafia. Lalu di dalamnya dibuat lagi ukuran 10 × 10 dan 5 × 5.

Ada 2 kelompok jadi ada 2 plot terpisah. Selanjutnya masing-masing kelompok dibantu guru pendampingnya mencoba mengenal tumbuhan di dalamnya. Mengenal bentuk daun, akar juga batangnya. Lalu menghitung populasinya dalam setiap luasan.

Mengenal hutan, pepohon juga tetumbuhan lainnya adalah tahap pertama dalam pelestariannya. Apalagi mengingat posisi kawasan hutan tirta rimba yang berada di tengah-tengah kota yang kian berkembang menuju kota yang maju. Hutan ini selain sebagai penahan banjir, penjaga suhu dan kelembaban udara, juga menjadi pemasok utama oksigen bagi seluruh kehidupan kota.

Oksigen untuk pembakaran. Baik pembakaran zat makanan dalam tubuh manusia. Hingga menjadi energi yang dipakai masyarakat kota untuk beraktivitas. Itulah mekanisme respirasi.
Juga oksigen untuk pembakaran bahan bakar agar piston dan turbin bisa bergerak. Sebagaimana mekanisme rumit mesin-mesin industri, kendaraan, juga kapal yang tak henti datang dan pergi di pelabuhan murhum.

Siswa-siswi Sekolah Alam Kendari, belajar menghargai alam.
Menghargai kehidupan.
Menghargai ciptaan Tuhan.