Dinding Sekolahku Bukan dari Tembok

oleh -12 views
Proses belajar mengajar di MI Raudhatul Jannah Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Piska Yunita.

Konawe Selatan – Bangunan sekolah semi permanen ini adalah milik MI Raudhatul Jannah. Salah satu dari lima sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) di Kabupaten Konawe Selatan.

Secara administratif, MI Raudhatul Jannah berada di Desa Bomba-bomba Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.

Sekolah ini sudah berdiri sejak 12 tahun yang lalu dan dibina oleh bapak Imanuddin sekaligus menjadi kepala yayasan dan kepala sekolah di MI Raudhatul Jannah.

Saat ini, MI Raudhatul Jannah memiliki 5 guru aktif yang tiap hari datang ke sekolah, 1 orang kepala sekolah, dan 1 orang guru yang biasanya disebut “Guru jam terbang” yang hanya beberapa hari di sekolah.

Minimnya jumlah guru, membuat kepala sekolah disini harus merangkap sebagai pengajar yang sekaligus sebagai wali kelas. Akibat dari itu, terlihat dari minimnya tata kelola administrasi yang ada. Tentu ini bukan tanggung jawab kepala sekolah saja, tetapi semua elemen yang ada di sekolah tersebut, misalnya guru maupun dinas pendidikan setempat.

Tidak hanya kekurangan guru, MI Raudhatul Jannah juga kekurangan sarana dan prasarana sekolah, baik ruangan kelas maupun perpustakaan sekolah yang layak, dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar.

Jika dinding sekolah lain sudah di tembok dan memiliki ruangan yang besar, maka kondisi MI Raudhatul Jannah tidak demikian, hanya dilandasi bangunan kayu. Meski demikian, MI Raudhatul Jannah mempuyai sumber daya manusia yang bagus, mereka memiliki guru-guru dengan semangat yang tinggi dan luar biasa.

Keterbatasan tidak menyurutkan semangat para guru di MI Raudhatul Jannah, tetapi hal terpenting bagi mereka adalah semangat peserta didik yang mau belajar.

Fasilitas bukan saja sebagai penentu kesuksesan sekolah, tetapi dilihat dari elemen-elemen yang ada di sekolah yang mau berjuang utuk meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri.

Semoga ini menjadi bahan pertimbangan untuk kita, bahwa seorang guru harus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sekolah.

Pengirim: Piska Yunita (Konsultan Relawan SLI Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa)