Dirjen Horti Kunjungi Lokasi Gelar Teknologi HPS ke-39 di Kabupaten Konsel

oleh -46 views

Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto (kedua dari kanan) didampingi Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muh. Asaad (kedua dari kiri) saat mengunjungi lokasi gelar teknologi HPS di Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa

Konawe Selatan – Kementerian Pertanian (Kementan) RI turun langsung meninjau persiapan penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia ke-39 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kunjungan dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc selaku Ketua Panitia Pusat HPS, di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sebagai lokasi pelaksanaan gelar teknologi pertanian.

Kaongke-Ongkea Kopi Robusta
Foto: Istimewa

Turut hadir dalam kunjungan itu, Dirjen Perkebunan yang diwakili oleh Direktur Tanaman Tahunan, Protokoler Kementan, Biro KLN, dan Kepala Pusat Perpustakaan, Rabu (11/9/2019).

Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Balitbangtan BPTP Sultra, SKPD Provinsi Sultra, dan SKPD Pemda Konawe Selatan dan Kolaka Timur.

Foto: Istimewa

Dirjen Hortikultura Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan HPS ke-39 dijadwalkan pada 2-5 November 2019. Kegiatan tersebut akan dihadiri Presiden RI, Duta Besar negara sahabat, seluruh provinisi, kabupaten/kota se-Indonesia. Peserta yang akan hadir diperkiran 5.000 orang.

Foto: Istimewa

“Komoditas yang akan ditampilkan adalah tanaman perkebunan yaitu tanaman kakao. Kakao merupakan salah satu komiditas unggulan yang menjadi fokus utama Kementan untuk dikembangkan, dan merupakan komoditas primadona yang dibudidayakan oleh masyarakat desa Pudambu,” ujar Prihasto.

Foto: Istimewa

“Pada pelaksanaan gelar teknologi diharapkan Litbang dengan inovasi teknologi yang akan diterapkan bisa membuat tanaman kakao untuk berbuah banyak dan baik, karena untuk bulan November bukan merupakan musim berbuah kakao,” imbuh Prihasto.

Foto: Istimewa

“Dukungan semua elemen dari pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat diharapkan untuk dapat mensukseskan kegiatan gelar teknologi.”

Beberapa fokus utama yang perlu diperhatikan, lanjut Prihasto, adalah infrastruktur jalan, areal parkiran, lapangan terbuka, keamanan, serta sarana lainnya.

Foto: Istimewa

Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc menjelaskan bahwa, kegiatan gelar teknologi dan panen yang akan ditampilkan pada saat acara puncak adalah seluas 15 hektar.

“Beberapa kegiatan diantaranya gelar teknologi SUT Kakao, pajale, KRPL/Opal, integrasi ternak kakao, dan display hasil olahan kakao dan sagu,” ungkapnya.

Foto: Istimewa

‘”Tim Litbang Kementan bersama Pemda Kabupaten Konsel telah bekerja untuk mempersiapkan kegiatan gelar teknologi sejak bulan Juni 2019, apalagi puncak berbuah dan panen kakao saat ini sudah lewat, sehingga butuh asupan teknologi untuk merangsang agar kakao dapat berbuah di luar musim,” lanjut Muh. Asaad.

“Beberapa teknologi yang telah dilakukan agar kakao dapat berbuah dengan baik dan banyak yaitu pemangkasan, pemupukan, penyerbukan, sambung samping, sanitasi, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan tanaman penaung serta pengairan.”

Foto: Istimewa

“Dengan asupan teknologi yang dilakukan oleh tim Litbang Kementan telah membuahkan hasil, dengan banyaknya bunga yang akan menghasilkan buah sehingga pada saat kegiatan gelar teknologi dan panen buah kakao akan tersedia dengan jumlah yang banyak dan baik,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi gelar teknologi dan panen kakao, pajale, integrasi ternak dan kakao, serta lokasi 3 hektar dan panggung utama.

bni/adv