FSLDK Sultra Kecam Serangan Gas Beracun di Suriah, Minta PBB Segera Bertindak

oleh -160 views

KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengutuk serangan gas beracun sarin di Kota Khan Shaykhun, Suriah. FSLDK meminta PBB untuk segera bertindak.

“Kami secara kelembagaan di bawah naungan Puskomnas, mengutuk dengan keras atas tindakan rezim Bashar Al Assad terhadap rakyat sipil. Apalagi menjadikan mereka sebagai tameng terhadap perang yang terjadi,” ujar Ketua FSLDK Sultra Lugisman dalam keterangan tertulisnya kepada portalsultra.com, Jumat (7/4/2017).

FSLDK menganggap jika serangan yang dilakukan oleh rezim berkuasa Bashar al Assad, adalah biadab dan merupakan pelanggaran kemanusiaan. Sehingga meminta PBB atas nama Bangsa Indonesia untuk segera memproses serangan tersebut berdasarkan hukum internasional.

“Ini jelas telah melanggar hak asasi manusia. Apalagi dengan menggunakan senjata kimia. Oleh itu, kami minta PBB atas nama Presiden Republik Indonesia untuk segera menyeret rezim Bashar al Assad dan mengadilinya secara hukum internasional,” tutur Lugisman yang pernah menjabat sebagai Ketua UK Kerohanian Islam UHO.

Sebelumnya pada Selasa (4/4), pemerintah Suriah di bawah komando rezim Bashar al Assad membantah telah melakukan serangan dan mengalihkan tuduhan pada pihak pemberontak. Dimana mereka menyatakan, jika gas beracun adalah milik pemberontak yang disimpan dalam gudang, yang terkena serangan udara rezim Suriah.

Namun faktanya, seperti dikutip dari detik.com, organisasi pemantau konflik Suriah, Syirian Observatory for Human Rights menyatakan, kecil kemungkinan kelompok pemberontak mampu memproduksi senjata kimia dan serangan itu dilakukan dengan pesawat tempur, yang dimana hanya dimiliki oleh rezim Assad.

Sebagai informasi, atas serangan rezim Assad menggunakan gas kimia sarin di Khan Shaykhun, telah menewaskan 86 warga Suriah secara mengenaskan.

Penulis: Benny Syaputra Laponangi