BPTP Sultra Kawal Inovasi Teknologi Padi di Muna Barat dan Buton Tengah

oleh -69 views

Penyerahan Atabela Jarwo 2:1 di Kabupaten Buton Tengah. Foto: Istimewa.

Kendari – Dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi, maka sejak 2 Desember 2019 BPTP Sulawesi Tenggara melakukan pengawalan inovasi teknologi jajar legowo (Jarwo) super di Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah.

Di Kabupaten Muna Barat, pengawalan dilakukan melalui pertemuan dengan seluruh penyuluh pertanian. Pertemuan dibuka Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Ir. Nestor Jono, M.Si. Dalam sambutannya, Kadistan menyatakan bahwa, inovasi teknologi jarwo super merupakan teknologi baru yang perlu dikembangkan di Muna Barat.

Beras Merah Tani Butuni

Baca juga: Momen HPS ke-39 di Sultra, Balitbangtan Diseminasikan Inovasi Teknologi Pertanian

Peneliti BPTP Sultra Ir. Suharno, MS menjelaskan, teknologi jarwo super mampu meningkatkan produktivitas 2 ton per hektar. Teknologi ini mensyaratkan penggunaan varietas unggul baru seperti Inpari 42, Inpari 43, penggunaan dekomposer, penggunaan pupuk hayati untuk seed treatment, penggunaan alsintan, penggunaan pupuk tepat dosis dan tepat aplikasi, pengendalian gulma, serta pengendalian OPT.

Dalam kesempatan tersebut, pertemuan diakhiri dengan penyerahan Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) Jarwo 2:1, Dekomposer, Pupuk Hayati, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).

Baca juga: Bimtek Budidaya Padi, Tingkatkan Wawasan Petani Milenial di Konawe

Sementara itu, di Buton Tengah, pertemuan dilaksanakan pada 3 Desember 2019 di Aula Dinas Pertanian, yang dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan diikuti seluruh penyuluh pertanian. Pada pertemuan tersebut membahas teknologi tumpangsari jagung dan aneka kacang dibawah jambu mete, serta teknologi padi di lahan gambut.

Baca juga: Inpari 42 Agritan, Harapan Baru Petani di Konawe Selatan

Selain itu, dilakukan pula penyerahan Atabela, PUTS, dan PUTK. Pertemuan diakhiri dengan kunjungan lapang di lahan gambut Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, yang dipimpin Kabid Penyuluhan Buton Tengah, Hayuddin, SE.

bni/bni